Asia Memanas! Korsel Lepaskan Tembakan ke Arah Kapal Korut

South Korea's military support ship Soyang participates in the

Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal Korea Utara yang melintasi perbatasan laut, sehari setelah insiden yang makin meningkatkan ketegangan terkait uji coba rudal Korea Utara.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan pihaknya melepaskan tembakan peringatan dan menyiarkan peringatan untuk mengusir kapal patroli Korea Utara yang melanggar Garis Batas Utara (NLL), batas laut de facto, sekitar pukul 11.00 pada Sabtu.

“Militer kami mempertahankan postur pertempuran yang menentukan sambil memantau pergerakan musuh sebagai persiapan untuk potensi provokasi terkait pelanggaran NLL oleh kapal patroli Korea Utara,” kata JCS dalam sebuah pernyataan pada Minggu (16/4/2023), dikutipĀ Reuters.

JCS mengungkapkan selama operasi, sebuah kapal patroli Korea Selatan melakukan “kontak kecil” dengan kapal penangkap ikan China terdekat karena jarak pandang yang buruk, sehingga tidak ada masalah keselamatan tetapi luka ringan di antara awak Korea Selatan.

Adapun, serbuan Korut terjadi ketika ketegangan berkobar atas peningkatan aktivitas militer Korut dalam beberapa pekan terakhir, termasuk uji rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat pada Jumat yang menurut para ahli akan memfasilitasi peluncuran rudal dengan sedikit peringatan.

Sejak 1990-an, Pyongyang mempermasalahkan NLL – yang dibuat pada akhir Perang Korea 1950-53 – dengan alasan NLL seharusnya berada jauh di selatan.

Pada Oktober, kedua Korea bertukar tembakan peringatan di perairan barat, menuduh satu sama lain melanggar perbatasan laut di daerah di mana konfrontasi sering terjadi.

Pyongyang mengancam aksi militer karena pasukan Korea Selatan dan AS telah melakukan latihan musim semi tahunan mereka sejak Maret, menyebutnya sebagai latihan untuk perang nuklir.

Angkatan udara Korea Selatan mengatakan pada Minggu bahwa pihaknya akan melakukan latihan gabungan dengan Angkatan Udara dan Marinir AS dari Senin hingga 28 April.

Latihan itu akan mengerahkan 110 pesawat, termasuk pesawat tempur F-35 dan F-15 Korea Selatan dan jet F-16 Amerika dan tanker pengisian bahan bakar udara KC-135, serta 1.400 tentara dari kedua belah pihak.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un minggu ini memerintahkan penguatan pencegahan perang dengan cara yang “lebih praktis dan ofensif” untuk melawan apa yang disebut negara terisolasi itu sebagai gerakan agresi oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*