Angka Sakral 16 Penentu Pecco Juara

Angka Sakral 16 Penentu Pecco Juara

Francesco Bagnaia menuju Valencia dalam posisi jauh lebih baik dari Jorge Martin, yaitu dengan keunggulan 21 poin. Jika Martin memenangi kedua balapan dan meraih 37 poin, Bagnaia hanya perlu meraih 16 poin untuk juara.

Angka 16 akan menjadi acuan dasar bagi Francesco Bagnaia untuk memastikan gelar juara tidak berpindah ke tangan Jorge Martin dalam balapan penutup MotoGP 2023 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 24-26 November. Angka itu merupakan poin minimal yang harus diraih oleh Bagnaia untuk mempertahankan gelar juara.

Artinya, jika Martin memenangi balapan sprint dan balapan utama sehingga meraih 37 poin, Bagnaia hanya perlu finis di posisi ketiga dalam balapan utama. Itu pun jika Bagnaia tidak meraih poin sama sekali dalam sprint.

Saat ini Pecco, sapaan Bagnaia, mengumpulkan 437 poin, unggul 21 poin atas Martin di posisi kedua. Selisih poin ini membuat Pecco lebih leluasa menjalani balapan sprint dan utama dalam seri terakhir di Valencia untuk menjadi juara. Opsi skenario bagi Pecco sangat banyak, sedangkan bagi Martin hanya satu cara untuk tetap juara, yaitu memenangi kedua balapan dan meraih poin maksimal 37, yaitu 12 poin dari sprint dan 25 poin dari balapan utama. Di luar itu, peluang Martin juara sangat tipis, jika tidak ada nestapa yang menimpa Bagnaia https://143.42.75.229.

Meskipun memenangi kedua balapan, Martin belum tentu juara karena harus melihat hasil balapan Bagnaia. Jika perolehan poin Pecco kurang dari 16 poin, maka Martin, tim Pramac Racing, akan meraih gelar juara MotoGP untuk pertama kali.

Skenario Martin juara dengan hasil seperti itu mungkin terjadi meskipun tipis. Pecco baru akan meraih poin di bawah 16 poin jika finis di posisi keenam dalam sprint dan balapan utama, di mana dia hanya akan meraih 14 poin. Jika Pecco finis di posisi kelima dalam balapan sprint dan utama, dia akan akan meraih 16 poin dan juara meskipun Martin memenangi sprint dan balapan utama.

Bahkan, jika Pecco gagal meraih poin dalam sprint, dia masih memiliki tali penyelamat, yaitu dengan finis di posisi ketiga dalam balapan utama untuk juara. Dengan skenario ekstrem ini, poin akhir Pecco dan Martin akan sama, 453. Namun, dengan poin sama, Pecco yang berhak juara karena unggul jumlah kemenangan dalam balapan utama. Pecco kini menang enam kali, sedangkan Martin empat kali.

Pecco pernah mengalami situasi seperti ini pada musim 2022, yaitu saat dia bersaing dengan pebalap Yamaha, Fabio Quartararo. Pecco menjalani balapan terakhir di Valencia dengan keunggulan 23 poin atas Quartararo. Musim lalu belum ada sprint sehingga poin maksimal yang bisa diraih 25 poin.

Quartararo hanya bisa juara jika finis terdepan dan Pecco finis ke-15 yang menyediakan satu poin atau finis di luar zona poin. Dalam balapan itu, Pecco bermain aman dengan finis di posisi kesembilan dan meraih tujuh poin.

Akhir pekan ini, Pecco juga berpotensi bermain aman. Dengan skenario Martin memenangi sprint dan balapan utama, dia hanya perlu finis di posisi kelima dalam sprint dan balapan utama. Itu target finis yang relatif mudah diraih oleh Bagnaia mengingat performanya musim ini juga catatan penampilan di Ricardo Tormo sejak 2021.

”Tahun lalu, saya ingat perasaan saya (saat menuju putaran final). Meskipun waktu itu selisihnya 23 poin, saya sangat tertekan, tetapi tahun ini berbeda. Saya pikir kami bisa mengatasi situasi dengan lebih baik dan Jorge harus menyerang total. Kami berada dalam posisi terbaik,” tutur Bagnaia kepada MotoGP.

Belum menyerah
Meskipun tantangan yang dihadapi sangat berat, Martin belum menyerah. Dia akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memenangi kedua balapan di Valencia dan melihat di mana dia berada dalam klasemen akhir. Namun, situasi yang dihadapi Martin dengan total menyerang adalah dia akan lebih mudah melakukan kesalahan. Jika itu terjadi, peluang juara bisa jadi akan pupus.

Baca juga : Tarian Terakhir Pecco-Martin di Valencia

”Apa pun bisa terjadi di Valencia. Pecco bisa melakukan kesalahan. Saya jelas bisa memenangi kedua balapan, tetapi saya bisa menang jika saya tidak mendapat ban seperti hari ini,” ujar Martin yang mengaku mendapat ban jelek dalam balapan utama di Lusail.

”Jelas (persaingan juara) belum berakhir, tetapi ini tidak sama dengan datang ke Valencia dengan selisih (poin) rapat, dibandingkan dengan kondisi ini, hanya karena ban (yang jelek),” ungkap Martin yang hanya bisa finis di posisi ke-10 dalam balapan panjang di Qatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*